Alangin lahir dari sebuah proses sederhana: mengamati masalah yang ada di sekitar dan mencari solusi yang bermakna. Berawal dari ajang Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) 2026, Aisyah dan Zie mulai melakukan riset dan design thinking untuk menemukan ide bisnis yang tidak hanya inovatif, tetapi juga memberikan dampak sosial bagi masyarakat.

Dalam proses tersebut, mereka menyadari bahwa banyak teman, guru, dan orang-orang di sekitar mereka yang sering menggunakan inhaler, minyak angin, atau balsem untuk membantu meredakan gejala flu maupun hidung tersumbat. Di sisi lain, mereka juga menemukan fakta bahwa Indonesia memiliki kekayaan tanaman herbal dan rempah yang melimpah, namun banyak petani lokal masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan nilai jual hasil panennya.

"Bagaimana jika manfaat tanaman herbal lokal dapat dikemas menjadi produk yang praktis digunakan sehari-hari, sekaligus membantu meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia?"

Dari dua pengamatan tersebut, muncul sebuah pertanyaan sederhana: bagaimana jika manfaat tanaman herbal lokal dapat dikemas menjadi produk yang praktis digunakan sehari-hari, sekaligus membantu meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia?

Pertanyaan itulah yang kemudian menjadi titik awal lahirnya Alangin. Kedepannya, kami berharap Alangin dapat berkembang menjadi produk yang bermanfaat bagi banyak orang.